Esai Pendidikan Bahasa Indonesia

Nama : Siti Putri Annisa Ulwahidah
NIM : 208620600144
prodi : PGSD semester 3
Tema : Pendidikan Bahasa Indonesia

Menulis dan penalaran proses awal pendidikan bahasa Indonesia

Oleh : Siti Putri Annisa Ulwahidah

Pendidikan merupakan pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, dan penelitian. Pendidikan sering terjadi di bawah bimbingan orang lain, tetapi juga memungkinkan secara otodidak. Pendidikan tidak harus terpaut dengan materi tetapi pengalamanpun berperan menjadi sebuah pengetahuan yang baru, yang tidak didapatkan di lingkungan formal.

Asal bahasa Indonesia ialah bahasa Melayu, yang disesuaikan dengan pertumbuhannya dalam masyarakat Indonesia sekarang. Mempelajari bahasa Indonesia sangat penting bagi kita karena Bahasa Indonesia merupakan bahasa resmi yang digunakan oleh semua warga negara Indonesia yang terdiri dari berbagai daerah dan berbagai macam bahasa yang berbeda. Tentu, tidaklah mudah berkomunikasi dalam Bahasa Indonesia yang baik, benar, dan sopan serta baku. Tetapi ada beberapa manfaat dalam mempelajari bahasa Indonesia, yaitu dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam rangka pelestarian dan pengembangan budaya, meraih dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, berkomunikasi dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar, baik secara lisan maupun tulisan.

Bahasa Indonesia memegang peranan penting dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dasar, khususnya sekolah dasar (SD) yaitu mempercepat penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi karena bahasa Indonesia merupakan sarana berpikir untuk menumbuh kembangkan cara berpikir logis, sistematis, dan kritis. Mempelajari bahasa Indonesia dapat di mulai dari proses menulis serta penalaran, pemahaman tentang menulis dan menalar tidak dapat instan, karena banyak kekeliruan pemahaman esensi konsep menulis, pengalamannya di sekolah dalam belajar menulis tidak menyenangkan, bayangannya terkait pada sesuatu yang tidak menarik, menjemukan, dan bahkan memfrustasikan. Oleh karena itu, miskonsepsi dan pengalaman yang kurang, dapat menjadikan apriori dan tidak pernah tertarik dengan menulis.

Mengapa menulis menjadi sebuah proses?

Menulis dapat didefinisikan sebagai suatu kegiatan penyampaian pesan (komunikasi), dengan menggunakan bahasa tulis sebagai alat atau medianya. Pesan adalah isi atau muatan yang terkandung dalam suatu tulisan. Tulisan merupakan sebuah simbol atau lambang bahasa yang dapat dilihat dan disepakati pemakainya. Dengan demikian, komunikasi tulis paling tidak terdapat empat unsur yang terlibat antara lain :

  1. Penulis sebagai penyampai pesan
  2. Pesan atau isi tulisan
  3. Saluran atau media berupa tulisan
  4. Pembaca sebagai penerima pesan

Menulis sebenarnya bukanlah suatu suatu hal yang asing, contoh bentuk dan produk bahasa tulis yang akrab dengan kehidupan yaitu artikel, esai, laporan, resensi, karya sastra, buku, komik, dan cerita. Tulisan-tulisan itu menyajikan secara runtut dan menarik, ide, gagasan dan perasaan penulisnya. Aktivitas menulis tidak banyak yang menyukainya, sebenarnya banyak manfaat yang dapat dipetik dari menulis di antaranya :

  1. Peningkatan kecerdasan
  2. Pengembangan daya inisiatif dan kreativitas
  3. Menumbuhkan keberanian
  4. Pendorong kemauan dan kemampuan mengumpulkan informasi

Apa hubungan menulis dengan keterampilan berbahasa dengan yang lain?

Keterampilan berbahasa mencakup empat komponen yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Keempat komponen ini memiliki keterkaitan yang sangat erat, seperti aktif reseptif (menerima pesan) dengan menyimak dapat menerima informasi dan aktif produktif (menyampaikan pesan) dengan berbicara dapat menghasilkan informasi. Dibawah ini merupakan hubungan antar keempat aspek keterampilan berbahasa, yakni:

1. Hubungan menulis dengan membaca

Menulis dan membaca adalah kegiatan berbahasa tulis, yang menjadikan penulis sebagai pembaca dan pembaca sebagai penulis.

2. Hubungan menulis dengan menyimak

Menulis membutuhkan informasi yang diperoleh dengan membaca, dari sumber cetak dan tidak cetak informasi dapat diperoleh dengan menyimak, melalui menyimak penulis tidak hanya memperoleh ide tetapi juga menginspirasi penyampaian yang menarik, yang berguna untuk aktivitas menulisnya

3. Hubungan menulis dengan berbicara

Menulis dan berbicara merupakan keterampilan berbahasa yang bersifat aktif produktif, penulis dan pembicara berperan sebagai penyampai pesan.

Sebagai suatu keterampilan berbahasa, menulis merupakan kegiatan yang kompleks karena penulis dituntut untuk dapat menyusun dan mengorganisasikan isi tulisannya serta menuangkannya dalam formulasi ragam bahasa tulis dan konvensi penulisan. Dibalik kerumitannya, menulis mengandung banyak manfaat bagi pengembangan mental, intelektual, dan sosial. Menulis dapat meningkatkan kecerdasan, mengembangkan daya insiatif dan kreativitas, menumbuhkan keberanian, serta merangsang kemauan dan kemampuan untuk mengumpulkan informasi. Kegiatan berbahasa dapat diperoleh dengan menyimak, membaca, dan berbicara, akan memberikan masukan berharga untuk kegiatan menulis.

Komentar